ARTICLE AD BOX

Beberapa fasilitas di Stasiun MRT Istora Mandiri, Senayan, mengalami kerusakan usai aksi demonstrasi yang memanas di area Polda Metro Jaya pada Sabtu (30/8) dini hari.
Plt Kepala Divisi Corporate Secretary MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, mengatakan kerusakan pada stasiun Istora Mandiri meliputi pecahnya kaca pada 5 pintu masuk (entrance) stasiun, vandalisme, rusaknya CCTV baik di luar maupun dalam stasiun, hingga penjarahan isi vending machine.
"Kerusakan major pada entrance stasiun, baik itu kaca yang pecah, vandalisme, vandalisme juga ada di dalam stasiunnya, dan juga ada penjarahan pada vending machine, dan juga ada pengerusakan pada fasilitas CCTV," ungkap Tomo kepada awak media di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8).
Tomo mengungkapkan para oknum diduga dengan sengaja merusak CCTV di Stasiun Istora Mandiri. Hal ini mengakibatkan pihak MRT Jakarta tidak memiliki banyak bukti terhadap aksi perusakan stasiun tersebut.
"Lebih tepatnya CCTV-nya dirusak. Jadi sejumlah kamera CCTV itu dirusak, mungkin secara teknis seperti dipatahkan gitu ya. Tidak dijarah, tapi nanti perekaman dari CCTV tersebut tentu nanti jadi bahan pemeriksaan kami," jelas Tomo.