TPA Suwung Ditutup, Koster Sarankan Desa Kelola Sampah Sendiri Pakai Teba Modern

3 minggu yang lalu 11
ARTICLE AD BOX
Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/8/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparanGubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/8/2025). Foto: Denita BR Matondang/kumparan

Gubernur Bali Wayan Koster menyarankan desa-desa di Bali mengolah sampah organik sendiri dengan sistem teba modern apabila belum memiliki TPS-3R di tengah Penutupan TPA Suwung. Modal pembuatan teba modern ini sekitar Rp 1 juta.

TPS-3 R adalah tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).

"(Bagi desa yang belum memiliki TPS3-3R) ada teba modern. Di sejumlah desa bisa dia bikin 1 teba modern cuma Rp 1 juta. Kalau memang mau, enggak ada susah," katanya di Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/8).

Pihak desa bisa memanfaatkan dana desa, bantuan keuangan khusus (BKK) dari kabupaten ke desa dan pembagian pajak hotel dan restoran untuk membangun teba modern.

Masyarakat juga bisa membangun teba modern di rumah masing-masing. Sampah-sampah anorganik bisa dibuang ke TPS-3R. Bagi TPS-3R yang belum mampu mengelola sampah residu bisa bekerja sama dengan TPS-3R lain, yang sudah mampu mengelola sampah residu.

Hasil akhir pengelolaan sampah teba modern ini nantinya berupa pupuk kompos. Masyarakat bisa memanfaatkan pupuk ini untuk pertanian.

Menurutnya, sejumlah desa di Kabupaten Gianyar, Badung, dan Buleleng sudah menerapkan pengelolaan sampah dengan sistem teba modern ini.

"Kalau desa itu bisa, kenapa yang lain nggak bisa? Ini kan soal kemauan. Kalau nggak ada kemauan sampai ribuan tahun ke depan juga nggak akan selesai," ujar politikus PDIP ini.

Baca Selengkapnya