Beras di Ritel Kosong Usai Kasus Oplosan, Kemendag Singgung Lambatnya Stok Bulog

3 minggu yang lalu 8
ARTICLE AD BOX
Beras SPHP banjiri Robinson Mart Pasar Minggu, Jumat (16/2).  Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparanBeras SPHP banjiri Robinson Mart Pasar Minggu, Jumat (16/2). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Kementerian Perdagangan (Kemendag) membeberkan penyebab masih langkanya beras di rak-rak gerai ritel modern usai ramainya kasus beras oplosan dibicarakan.

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Moga Simatupang, mengatakan biang kerok hilangnya beras dari rak-rak ritel modern itu disebabkan oleh beras Bulog atau Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang belum terdistribusi ke ritel modern.

Menurut Moga, berdasarkan laporan dari Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), ritel modern baru menerima 540 ton beras SPHP.

Sementara untuk periode Juli-Desember 2025, pemerintah akan menyalurkan 1,3 juta ton beras SPHP kepada masyarakat. Tujuannya agar bisa meredam harga beras di pasaran, usai panen raya berakhir.

“Sejauh ini memang untuk retail modern, berasnya laporan kemarin dari Aprindo, baru 540 ton yang masuk. Dan kita harapkan dalam waktu dekat ini pasokan SPHP akan segera disalurkan,” jelas Moga di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (6/8).

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Moga Simatupang di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (6/8/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparanDirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN), Moga Simatupang di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (6/8/2025). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Moga mengatakan distribusi beras SPHP ini berda...

Baca Selengkapnya