Israel Serang Markas Bulan Sabit Merah Palestina di Gaza, 1 Orang Tewas

3 minggu yang lalu 7
ARTICLE AD BOX
Anggota Bulan Sabit Merah Palestina dan layanan darurat lainnya membawa jenazah rekan-rekan penyelamat yang terbunuh seminggu sebelumnya oleh pasukan Israel di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, Senin (31/3/2025). Foto: EYAD BABA/AFPAnggota Bulan Sabit Merah Palestina dan layanan darurat lainnya membawa jenazah rekan-rekan penyelamat yang terbunuh seminggu sebelumnya oleh pasukan Israel di rumah sakit Nasser di Khan Yunis di Jalur Gaza selatan, Senin (31/3/2025). Foto: EYAD BABA/AFP

Markas Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) di Khan Yunis, Gaza diserang Israel, pada Minggu (3/8). Serangan ini menyebabkan 1 orang staf mereka tewas.

"Seorang staf PRCS tewas, dan 3 orang lainnya luka-luka akibat serangan tentara Israel ke markas PRCS di Khan Yunis," kata organisasi tersebut, dilansir AFP.

PRCS juga memberikan bukti detik-detik mereka diserang. Video itu menampilkan markas mereka yang terbakar, dan lantai-lantai bangunan telah dipenuhi puing.

Serangan ini menambah daftar panjang korban dari kalangan medis. Sebab, pada Maret tahun ini, ada 8 staf PRCS, 6 orang dari Badan Pertahanan Sipil Gaza, dan seorang pegawai PBB yang menangani para pengungsi Palestina tewas dalam serangan Israel.

Serangan ini juga terjadi dua hari setelah kedatangan utusan khusus Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, ke Gaza. Witkoff datang ke Gaza untuk menengok sebuah posko bantuan kemanusiaan yang disokong AS.

Aksi-aksi Israel itu seolah tak mengindahkan peringatan PBB, yang menyatakan setelah 2 tahun perang, rakyat Gaza berkejaran dengan waktu. Sebab, saat ini Gaza di ambang bencana kelaparan total.

Baca Selengkapnya