ARTICLE AD BOX

Menjadi penulis novel di Indonesia bukan sekadar urusan bakat dan keberanian menerbitkan buku. Di balik setiap karya, ada proses panjang yang kerap terabaikan: ruang belajar, pendampingan, dan komunitas kreatif yang menopang keberlangsungan seorang pengarang.
Kesadaran itulah yang mendorong Penerbit Narasi bekerjasama dengan Warung Sastra meluncurkan Beasiswa Sastra I: Kelas Menulis Novel, sebuah inisiatif yang lahir dari kegelisahan akan minimnya ekosistem penulisan novel serius di Indonesia. Program yang digelar di Yogyakarta ini berupaya bukan hanya melatih, melainkan menciptakan ruang dialektis bagi penulis muda untuk bertumbuh bersama budaya membaca yang kuat.
“Banyak kegiatan literasi di Indonesia hanya memanen hasil, misalnya sayembara atau penerbitan. Proses kreatifnya jarang difasilitasi. Padahal kita tidak bisa menulis tanpa membaca dan berinteraksi dengan karya-karya berkualitas,” ujar Direktur Narasi, Indra Ismawan, saat ditemui Kamis (14/8).
Kekosongan Penulis Serius di Generasi Z
